Sejarah

Sejarah

Pada awal mulai lahirnya, Gema Keadilan bernama Majalah Mahasiswa yang didirikan oleh salah seorang dosen Fakultas Hukum yang bernama Budi Wisaksono pada bulan Maret, tahun 1977, dengan SK Rektor yang di tanda tangani oleh Prof. Satjipto Rahardjo. Dalam perjalannya Majalah Mahasiswa hanya memuat artikel – artikel keilmuan di bidang Hukum dan bukanlah sebuah tulisan di bidang jurnalistik atau pers.

Seiring dengan perjalanan waktu Majalah Mahasiswa diubah menjadi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bernama Gema Keadilan, oleh salah seorang yang mengiginkan bahwa majalah mahasiswa menjadi sebuah aktifitas jurnalistik atau pers, dan pada saat itu juga di buatlah lambang serta AD/ART Gema Keadilan.

Pada akhirnya Gema Keadilan berada di bawah naungan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Hal ini disebabkan karena terjadi perubahan status lembaga pendidikan dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Sosial menjadi Universitas Diponegoro. Sehingga Gema keadilan menjadi lembaga mahasiswa pertama yang ada di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

Bukanlah hal yang mudah menjalankan aktifitas jurnalistik pada zaman itu disebabkan sangat ketatnya pengawasan pemberitaan yang menyebabkan Gema keadilan bagaikan pepatah “hidup segan mati tak mau”. Ada, akan tetapi tidak berjalan dengan semetinya. Hingga akhirnya Gema Keadilan vakum pada tahun 1997.

Setelah vakum selama 5 tahun pada tahun 2002 Gema Keadilan kembali memunculkan kembali taringnya sebagai lembaga pers yang akif, dinamis, dan kritis. Muchsin merasa Gema Keadilan mempunyai potensi yang sangat besar. Lalu terpilihlah beliau sebagai PU (Pimpinan Umum) Gema Keadilan pada tahun 2002. Pasca vakumnya Gema Keadilan hingga sekarang, Gema Keadilan menjadi salah satu UPK terbesar di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.