Melawan Lautan Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono

lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id-Masalah sampah merupakan salah satu masalah yang masih mengkhawatirkan sampai saat ini. Selama bertahun-tahun permasalahan mengenai sampah di berbagai daerah selalu ada dan belum dapat diselesaikan secara maksimal. Masih minimnya tempat pembuangan sampah sementara serta kesadaran yang kurang dari masyarakat setempat membuat sampah berserakan di sembarang tempat, termasuk satunya di Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Persoalan sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono tidak bisa dilihat sebelah mata. Lautan sampah sangat terlihat jelas, mulai dari sampah organik maupun sampah anorganik. Berbagai macam sampah seperti botol bekas, sisa makanan, pecahan kaca, potongan kayu, bangkai binatang, hingga beberapa puing bangunan pun sangat mudah ditemui. Sangat disayangkan karena kondisi ini telah terjadi selama bertahun-tahun.

Tentu bukan tanpa sebab berbagai sampah itu hadir. Tempat pembuangan sampah yang jauh dari pemukiman warga membuat warga yang ada di sekitar tol membuang sampah sembarangan. Alasan itulah yang membuat sampah-sampah yang ada di Kolong Tol itu kian hari kian menumpuk.

Seorang warga bernama Rudi menjelaskan bahwa pembuangan sampah resmi sangat jauh dari pemukiman warga dan penumpukan sampah itu telah terjadi selama bertahun-tahun.

“Wah sudah bertahun-tahun Mas, 21 tahun mah lebih. Ini memang dari sananya di sini, TPS paling dekat ya sini, yang lain sudah ditutup. Kalau Gang 21 sudah dipindah ke dalam Waduk Cincin.” Ujar Rudi.

Tukang sampah di sekitar area ini pun berperan besar pada persoalan sampah yang ada. Mereka mengumpulkan sampah warga lalu membuangnya ke Kolong Tol. Tindakan itu tetap mereka jalani meski masyarakat harus membayar mulai dari Rp. 2000 hingga Rp. 6000 untuk setiap gerobak. Jelas saja tindakan itu membuat tumpukan sampah semakin menggunung. Tak ayal banyak orang mulai mengeluh karena pemandangan tempat itu jadi tak enak dipandang, lebih buruknya lagi bau busuk sampah pun mulai mengganggu siapa saja yang berada di sekitar tempat itu.

Meski ada beberapa warga yang tak nyaman dengan keadaan tersebut, namun ada saja warga mengaku biasa saja melihat fenomena tumpukan sampah tersebut. Warga ini pun tetap melakukan aktifitas seperti biasa.

Diperlukan kesadaran yang kuat dari warga sekitar untuk membuang sampah pada tempat pembuangan sampah serta inisiatif pengadaan tempat pembuangan sampah di sekitar tempat tinggal warga menjadi persoalan penting, sehingga warga dapat membuang sampahnya dengan mudah pada tempat yang seharusnya. Selain itu, dapat juga diadakan penyuluhan mengenai kebersihan disertai dampak yang terjadi jika kebersihan tidak dijaga. Para warga dapat membuat jadwal kebersihan secara bergantian guna membersihkan kolong Tol Wiyoto Wiyono. Warga juga dapat membuat papan larangan membuangan sampah di kolong tol dan memberikan sanksi bagi siapapun yang melanggarnya. Pengolahan sampah bekas menjadi barang yang bermanfaat juga dapat dijadikan pula sebagai upaya penanganan sampah-sampah anorganiknya.

Masyarakat perlu memahami bahwa tempat yang kotor akan menimbulkan banyak kerugian, terutama bagi kesehatan. Sampah yang menumpuk dapat mendatangkan banyak penyakit yang dengan mudah menjangkit warga di wilayah itu. Tidak hanya penyakit yang akan datang, namun sampah tersebut sangat mencemari lingkungan tempat tinggal warga.

Dalam hal ini, pemerintah daerah juga perlu menyalurkan bantuan dengan pengadaan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) di sekitar Kolong Tol Wiyoto Wiyono, mengirim petugas kebersihan untuk membersihkan kolong Tol Wiyoto Wiyono, dan menggalakkan kebersihan bagi warga, terutama kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya sendiri, sehingga warga tidak perlu lagi membuang sampah sembarangan yang nantinya dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman, tenang, dan bebas dari ancaman penyakit yang berasal dari lingkungan yang kotor. Dalam menciptakan lingkungan yang bersih diperlukan kesadaran dan kerja keras dari berbagai pihak terutama orang-orang yang tinggal di sekitar lingkungan tersebut. Kerjasama yang baik antara warga dan pemerintah dalam menciptakan kebersihan tentunya akan sangat baik dan bermanfaat untuk semuanya.

Fitria Ulfa Wafiqa
Magang LPM Gema Keadilan

Sumber gambar :
http://wartakota.tribunnews.com/2019/01/14/kolong-tol-wiyoto-wiyono-jadi-tempat-pembuangan-sampah-warga