Sadar Bencana, Upaya Wujudkan Indonesia Tangguh Bencana

lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id–Letak geografis Indonesia yang merupakan pertemuan tiga lempeng besar dunia yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indop-Australia, dan Lempeng Pasifik membuat gempa bumi hampir setiap saat selalu terjadi baik dari yang bermagnitudo rendah maupun tinggi.
Selain itu, Indonesia juga dilalui oleh dua jalur pegunungan besar dunia yaitu Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania sehingga banyak sekali gunung api aktif yang ada di negara kita. Bahkan, pada tahun 1883 letusan Gunung Krakatau terdengar sampai ke seluruh penjuru dunia.

Akhir-akhir ini Indonesia dilanda dengan beberapa bencana alam seperti gempa bumi di Lombok, Palu, Donggala, dan Sigi, hingga yang terbaru adanya tsunami akibat letusan Anak Gunung Krakatau yang menerjang pesisir pantai wilayah Banten dan Lampung. Akibat bencana alam tsunami ini saja sudah banyak menelan korban jiwa, merusak rumah warga, baik sarana prasarananya, hingga hilangnya lapangan pekerjaan.

Besarnya peluang terjadinya bencana alam di Indonesia memerlukan peran dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat memiliki upaya persiapan bila terjadi bencana alam (pra bencana), saat bencana alam terjadi (taggap darurat), dan sesudah bencana alam (pasca bencana). Selain itu diperlukan juga peran dari masyarakat dalam penanganan bencana alam.

Mendeteksi bencana memanglah tidak mudah, namun seiring dengan perkembangan zaman. Manusia sudah bisa menciptakan alat yang canggih guna mendeteksinya.

Pemerintah dapat berperan dalam menghadapi bencana bila sewaktu-waktu terjadi dengan menyediakan alat pendeteksi bencana alam. Seperti setelah meletusnya Gunung Krakatau di tahun 1883, ada beberapa alat pendeteksi yang diberikan untuk pemantauan Gunung Anak Krakatau. Namun, saat itu banyak alat pendeteksi yang dicuri dan rusak. Disinilah peran masyarakat dibutuhkan juga dalam menjaga alat pendeteksi.

Saat terjadinya bencana alam diharapkan supaya pemerintah dan masyarakat dapat tanggap darurat. Seperti saat gempa bumi yang pusatnya di kedalaman laut, pemerintah melalui BMKG dapat mengeluarkan himbauan agar masyarakat segera meninggalkan bibir pantai dan tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai.

Bila bencana alam sudah terjadi, pemerintah bisa membantu dalam perbaikan sarana, prasarana, serta menyediakan posko pengungsian. Masyarakat juga bisa membantu dalam pemberian makanan serta pakaian. Di tahap ini bantuan sangat diperlukan bagi para korban, sehingga semakin banyak pihak yang terlibat dalam memberikan bantuan semakin baik. Bantuan yang diberikan dapat berupa bantuan jasmani maupun rohani.

Namun, di Indonesia upaya sebelum bencana (pra bencana) belum dilaksanakan dengan baik. Di Indonesia pelaksanaannya lebih condong ke penanganan saat bencana alam terjadi (tanggap darurat) dan setelah bencana alam.

Saat ini pemerintah dan masyarakat harus menyiapkan diri apabila terjadi bencana alam sewaktu-waktu, supaya dapat lebih baik dalam penanganan bencana alam kedepannya. Berbagai kekurangan dalam penanganan bencana harus bisa diminimalisir sebaik mungkin.

Namun, semua itu dapat terjadi jika masyarakat telah sadar akan potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu di Indonesia. Perlu kita ingat bersama bahwa membangun masyarakat sadar bencana adalah tanggung jawab semua pihak, bukan pemerintah saja. Telah menjadi tugas kita sebagai salah satu komponen bangsa untuk ikut serta membangun masyarakat Indonesia sadar bencana sehingga akan menciptakan Indonesia yang tangguh bencana.

Kerina Chustafia
Magang LPM Gema Keadilan

Sumber : http://mediaindonesia.com/read/detail/176888-menyikapi-dampak-gempa-dan-membangun-masyarakat-sadar-bencana

Sumber gambar : https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4356761/segera-begini-penanganan-dan-evakuasi-bencana-tsunami-banten-lampung