Kekerasan Seksual pada Anak Kian Meresahkan

lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id–Kekerasan seksual terhadap anak sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Kekerasan seksual pada anak merupakan istilah umum yang menggambarkan tindak kriminal pada orang dewasa yang terlibat dalam aktivitas seksual atau eksploitasi anak dibawah umur untuk tujuan kepuasan seksual.

Asosiasi Psikiater Amerika menyatakan bahwa, anak-anak tidak bisa menyetujui aktivitas seksual dengan orang dewasa. Seorang dewasa yang terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak adalah suatu tindak pidana tidak bermoral yang tidak pernah bisa dianggap normal atau diterima secara sosial.

Bagaimana pun dan dengan alasan apapun kekerasan seksual terhadap anak tidak dapat dibenarkan dibelahan dunia manapun. Pelaku akan diganjar dengan hukuman pidana berat, termasuk hukuman mati dan penjara seumur hidup. Hubungan seksual antar anak dengan orang dewasa dinyatakan sebagai pemerkosaan, karena terdapat prinsip bahwa seorang anak tidak dapat memberikan persetujuan dan setiap persetujuan yang nyata oleh seorang anak tidak dianggap sah. Hal tersebut didasarkan pada Konvensi Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa yang secara resmi mewajibkan negara untuk melindungi hak anak.

Sepanjang 2018 sudah tercatat 100 lebih korban kekerasan seksual yang dominan terjadi pada anak di Indonesia. Data yang dilansir dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tersebut cukup mengejutkan, pasalnya jumlah kekerasan pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan penuturan Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listiarti kepada TribunJakarta.com, kasus kekerasan seksual terus meningkat dan korban cenderung anak laki-laki.

Sudah banyak upaya untuk menanggulangi kekerasan seksual anak yang terjadi di Indonesia, namun hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. Sebenarnya kasus kekerasan seksual itu terjadi karena kurangnya komunikasi seorang anak terhadap orang tua ataupun orang disekitarnya. Anak yang seharusnya membutuhkan perhatian lebih seakan kurang, karena faktor orang tua yang sibuk bekerja sehingga anak seringkali cenderung lebih anti sosial atau bahkan terkena pengaruh pergaulan bebas.

Dampak yang dialami anak korban kekerasan seksual pada umumnya merasa ketakutan untuk menceritakan pengalamannya. Oleh karena itu setiap orang tua harus bisa peka dan mengenali dengan baik setiap gerak gerik anak yang tidak seperti biasanya. Kekerasan seksual tidak hadir dalam bentuk pemerkosaan saja. Itu mungkin sebabnya banyak orang tua yang tidak menyadari tanda-tanda yang ditunjukan oleh anak. Kekerasan seksual bisa terjadi berupa kekerasan fisik maupun non fisik. Kekerasan fisik yang biasa tejadi adalah perbuatan yang menyentuh ke bagian intim manusia yang dilakukan untuk menimbulkan gairah si pelaku dan membuat anak ikut bermain didalamnya. Jika kekerasan non fisik biasanya hanya dipertontonkan video yang bersifat pornografi dan menyuruh anak untuk berpose tidak sewajarnya. Hingga kini pelecehan seksual pada anak kian meresahkan.

Kekerasan seksual dalam bentuk apapun dapat menimbulkan berbagai macam trauma terhadap anak. Tekanan demi tekanan menyebabkan anak tidak berani untuk menceritakan apa yang telah terjadi, hal tersebut yang membuat anak cenderung lebih mengurungkan diri dari pergaulan dan lebih pendiam. Untuk itu sebagai orang tua harus memiliki peranan yang penting bagi anak, apalagi saat menginjak usia remaja harus lebih waspada karena tingkat kelabilan remaja biasanya cenderung mudah untuk ikut pengaruh arus negatif. Orang tua harus memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap anak dan terus menjalin komunikasi yang baik.

Sebagai orang tua, usahakan kenali gejala awal. Apabila ada sedikit saja yang merasa janggal dari sang anak sebaiknya dekati anak dan usahakan untuk membuat anak itu mau untuk bercerita apa yang telah terjadi pada dirinya. Meskipun memang tanda-tanda tersebut hanya efek yang terjadi karena hal lain dalam hidupnya, seperti ketika menghadapi masalah rumah tangga orang tua, memiliki masalah dengan teman di sekolahnya atau berbagai permasalahan lainnya.

Sebagai orang tua yang sudah menyadari adanya tanda-tanda kekerasan seksual terhadap anak, tentu sulit untuk menerima kenyataan pahit. Namun, jangan sampai kehilangan kendali dan membuat anak semakin bersalah. Hal pertama yang dilakukan adalah tenangkan diri dan selidiki lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi pada sang anak dengan menuntun anak supaya menceritakan kepada orang tua mengenai peristiwa yang dialaminya. Jika memang benar sang anak bercerita telah mengalami peristiwa pelecehan, segera laporkan ke pihak berwajib dan minta untuk menjalani visum di Rumah Sakit. Selanjutnya dokter dapat merancang rencana perawatan fisik dan terapi khusus untuk memulihkan kondisi sang anak, serta membantu orang tua untuk membuat laporan kepada polisi.

Jika orang tua mencurigai anak atau kerabat terdekat menglami kekerasan seksual dalam bentuk apapun, amat sangat disarankan untk menghubungi nomor darurat polisi 110; KPAI di (021) 319-015-56.

Olvy Nurendra Ardhianto

(Magang LPM Gema Keadilan)

Sumber :

http://jakarta.tribunnews.com/2018/03/19/sepanjang-tahun-2018-ada-100-lebih-korban-kekerasan-seksual-terhadap-anak-di-indonesia#gref

https://id.wikipedia.org/wiki/Pelecehan_seksual_terhadap_anak

Sumber Foto :

Stop Kekerasan Seksual Pada Anak !!!