Musibah Melanda Negeriku

Ipmgemakeadilan.fh.undip.ac.id–Musibah merupakan peristiwa yang terjadi di luar kehendak manusia. Musibah juga menjadi ujian dan peringatan bagi manusia untuk melakukan introspeksi diri atas segala perbuatannya. Sebagian musibah ini secara langsung maupun tidak merupakan teguran dari Sang Pencipta. Seperti halnya tanah longsor yang terjadi karena perilaku masyarakat yang buruk, semisal penebangan pohon yang telah melampui batas sehingga merusak ekosistem. Banjir yang terjadi karena pembuangan sampah dan limbah sembarangan di sungai. Dengan kata lain musibah bisa jadi hukuman atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan oleh manusia terhadap lingkungan sekitarnya.

Musibah juga mampu menyadarkan manusia. Secara tidak langsung, tsunami yang terjadi di Banten beberapa waktu silam merupakan momen persatuan masyarakat Banten. Warga Banten semakin sadar akan kekurangan dan persoalan yang hingga kini masih menimpa daerahnya. Kota Banten yang sudah berdiri sejak 18 tahun ini masih dililit banyak masalah terutama  persoalan pelayanan dasar yang seakan menjadi  mimpi buruk bagi warga Banten. Angka kemiskinan yang meningkat, pendidikan gratis masih belum tersebar secara merata yang kemudian menimbulkan pemungutan liar oleh pihak sekolah di beberapa tempat hingga minimnya fasilitas kesehatan masih kerap dijumpai. Menurut warga Banten masalah pelayanan dasar ini masih menjadi suatu persoalan utama. Selama ini pelayanan dasar khususnya kesehatan dan pendidikan di Banten belum bagus atau bisa dikatakan belum tuntas.

Persoalan pendidikan dari tahun ke tahun pun masih sama dan belum pernah beranjak selesai. Menilai perhatian dari pemerintah kabupaten/kota masih sangat minim. Pemerintah Provinsi Banten perlu memberikan upaya langsung untuk membenahi pendidikan, baik SD, SMP dan SMA/SMK dengan cara memberikan perimbangan dana guna mengatasi masalah pendidikan tersebut. Masyarakat Banten rata-rata hanya mampu minimal pendidikan sampai SMP saja. Persoalan ini harus diperhatikan, karena wajib belajar 12 tahun harus diterapkan dengan minimal masyarakat Banten itu lulus SMA. Langkah itu perlu dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah dengan cara lebih memperhatikan program sekolah gratis agar tersebar merata sehingga mampu mengurangi angka  putus sekolah.

Pelayanan kesehatan di Banten juga masih menemui banyak kendala. Warga Banten belum  secara bebas bisa menikmati layanan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) khususnya pelayanan kesehatan yang mudah. Selain itu, masyarakat masih kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena jaraknya yang jauh. Puskesmas di beberapa wilayah masih sulit dijangkau. Pemerintah Provinsi Banten perlu melakukan peningkatan sarana Rumah Sakit (RS) dan obat-obatan yang perlu dipenuhi karena di Banten sering terjadi kelangkaan obat. Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Banten bisa lebih bekerja keras dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat, karena masih banyak warga yang miskin dan menganggur akibat kurang pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang baik.

Persoalan lain yang menjadi kendala di kota Banten ini adalah kemiskinan karena tingkat pengangguran yang tinggi terutama di daerah Cilegon, Serang, dan Lebak. Bahkan menurut garis besar yang menjadi daerah kemiskinan adalah di Kelurahan Pabean, Cilegon. Beberapa tenaga kerja asli Banten yang terserap biasanya ada pada level rendah, seperti buruh pabrik, pelayan toko, pembantu rumah tangga dan lain sebagainya. Saya mengatakan tidak semua pekerjaan ini sebagai pekerjaan yang buruk, akan tetapi sangat dikhawatirkan menimbulkan rasa iri dan kesenjangan sosial. Jika dibandingkan dengan Tangerang Selatan yang merupakan daerah semi metropolitan dan harga kebutuhan disana cenderung mahal, rakyat Banten dengan keadaan tersebut otomatis tidak memiliki posisi sejajar dengan para pendatang.

Banyak sekali masalah dan juga bencana yang dihadapi oleh negara Indonesia sekarang ini, apalagi terjadinya bencana alam berupa tsunami di Banten dan sekitarnya beberapa waktu silam seakan menimbulkan trauma yang mendalam bagi para korban. Banyak diantara mereka yang harus merelakan harta benda serta keluarga mereka. Kesabaran dan juga ketabahanlah yang harus mereka terima atas musibah yang dialaminya. Akibat bencana yang terjadi muncul rasa empati dan simpati. Kepekaan sosial masyarakat mulai timbul baik dari warga Banten hingga masyarakat luar. Rasa inilah yang membuat segenap bangsa bersatu sebagai sikap kepedulian mereka atas segala musibah yang terjadi di negara ini.

Dengan banyaknya musibah dan persoalan yang telah terjadi, diharapkan seluruh masyarakat untuk sadar bahwa bumi ini semakin bertambah tua sehingga perlu untuk dijaga, dilindungi, dibenahi dan juga semakin bijaklah kita dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Selain itu sikap dan perbuatan kita selama hidup juga patut untuk dijaga karena Tuhan telah menciptakan bumi ini sebagai tempat tinggal. Tuhan akan murka atas perbuatan-perbuatan keji manusia selama hidup di bumi sehingga diturunkannya musibah bagi manusia baik berupa bencana alam dan sebagainya sebagai teguran ataupun peringatan.

Suci Wulandari

(Magang LPM Gema Keadilan)

Sumber :

18 Tahun, Provinsi Banten Belum Beranjak dari Permasalahan

Sumber Foto :

https://www.nusantaratv.com/nasional/read/10114673/Erick-Thohir-Sampaikan-Rasa-Duka-Atas-Bencana-Tsunami-di-Banten-dan-sekitarnya