Desa Tumang: Desa Pengrajin Tembaga dan Kuningan di Indonesia

lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id — Dibalik predikat “kota susu” yang disandangnya, Boyolali juga menyimpan banyak potensi lain, salah satunya sebagai sentral industri kerajinan tembaga dan kuningan yang terletak di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Desa Tumang dikenal sebagai salah satu desa industri kreatif penghasil kerajinan berbahan dasar tembaga dan kuningan di Indonesia. Kerajinan ini merupakan warisan turun-temurun yang sudah ada dan berkembang sejak puluhan tahun yang lalu.

Awalnya di tahun 1950-an hingga tahun 1990-an masyarakat Desa Tumang seluruhnya hampir 95% bekerja sebagai pandhe dandang (pengrajin tembaga untuk alat masak). Berkat dari kerajinan tembaga dan kuningan yang semakin hari semakin berkembang, daerah-daerah di sekitar Tumang seperti Cabean Kunthi, Kembang Kuning, Mliwis, Gubug dan daerah lainnya di Kecamatan Cepogo turut berkembang seiring dengan kebutuhan akan kerajinan ini.

Ciri khas dan keunikan dari kerajinan tembaga dan kuningan yang dihasilkan di Desa Tumang ini adalah handmade atau buatan tangan yang memiliki nilai seni tinggi dengan pengunaan seni manual sekitar 80% dan ditunjang oleh alat produksi sebanyak 20%. Proses pembuatannya yang memakan waktu cukup lama, membuat kualitasnya tidak diragukan lagi. Bahkan, kerajinannya sudah mendunia dan dikenal luas oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.

“Dalam persaingan pasar, industri ini sudah bisa ekspor-impor dan sudah bisa menjadi industri multinasional yaitu industri dengan bentuk suatu perusahaan yang sangat besar yang bisa menjabah ke luar negeri.” ucap Muhammad Mansyur, pemilik Daffiart Galery (salah satu galeri kerajinan tembaga dan kuningan).

Kerajinan tembaga dan kuningan yang dihasilkan pun tahan lama dan beragam. Jika dulu pengrajin hanya dapat menghasilkan produk untuk keperluan rumah tangga seperti wajan dan panci, sekarang kerajinan tembaga dan kuningan yang dihasilkan sudah sangat beragam dari bentuk dan ukurannya. Beberapa produk kerajinan yang ditawarkan seperti lampu tembaga, lampu meja, interior dan exterior design, home decor, furniture, kubah tembaga, pintu masjid hingga keperluan hotel dan lain-lain.

Tak puas sampai di situ, para pengrajin kerajinan tembaga dan kuningan di Desa Tumang pun tak henti-hentinya melakukan berbagai inovasi terhadap produk kerajinan yang mereka tawarkan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan memberlakukan sistem pesanan baik secara online maupun offline sesuai selera atau custom tanpa membatasi jumlah minimal pesanan.

Harga yang ditawarkan pun beragam yang disesuaikan dengan bentuk, ukuran, serta tingkat kerumitan dalam proses pembuatannya.

Semenjak mengenal sistem pemasaran berbasis jaringan internet/marketplace, kerajinan tembaga dan kuningan di Desa Tumang ini sudah banyak dijual secara online, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu, tentu ada pula offline storenya dengan barang-barang ready stock yang siap dibeli.

Bila Anda membutuhan kerajinan tembaga maupun kuningan, Anda bisa berkunjung ke Desa Tumang atau kunjungi website salah satu galeri kerajinan tembaga dan kuningan yaitu di www.daffiart.co.id.

 

Nuri Fery Prasetyanti

(Magang LPM Gema Keadilan)

Sumber : https://www.daffiart.com/mengenal-sejarah-kerajinan-tembaga-tradisional-pandhe-dandang/

https://m.bisnis.com/surabaya/read/20181017/536/850194/bank-indonesia-solo-dorong-tumang-genjot-ekspor