Mengenal Kowad Lebih Dekat, Bukti Ketangguhan Kaum Wanita

lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id – Sebagian orang mungkin belum mengetahui apa itu Kowad. Apakah itu sejenis makanan/minuman/tempat rekreasi/hari perayaan nasional kah? Maka dari itu kita akan membedah apa itu Kowad agar semua orang dapat mengetahui hal tersebut. Pertama terkait pengertiannya, apa sih Kowad itu ? Korps Wanita Angkatan darat (Kowad) adalah wanita Indonesia yang telah memenuhi beberapa persyaratan sehingga dapat dilantik untuk menjadi prajurit TNI-AD. Tidak semua wanita di Indonesia bisa bergabung dalam lingkungan militer, karena untuk menjadi Kowad tidak semudah  membalikkan telapak tangan. Menjadi seorang Kowad  harus melalui beberapa  tahap seleksi yang cukup ketat diantaranya kesehatan, kesempataan, fisik, keswa dan postur. Kata Kowad itu sendiri mungkin terlalu asing bagi kalian untuk didengar, khususnya di daerah-daerah terpencil. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan sepuluh atau duapuluh tahun kedepan Kowad akan dikenal keseluruh penjuru baik itu dikota-kota besar sampai dengan pelosok desa. Melalui pengertian itu saja kita dapat mengetahui bahwa di dalam anggota TNI-AD tidak hanya berisikan bagi kaum laki-laki saja akan tetapi kaum perempuan pun bisa menjadi anggotanya dengan beberapa syarat . Menjadi anggota Kowad juga tidak mudah karena harus melewati beberapa syarat sehingga hanya orang pilihan saja yang pada akhirnya berhasil menjadi anggota dan siap untuk mengabdi kepada Negara Indonesia.

Pada dasarnya menjadi anggota TNI-AD memang memiliki tugas berat dalam menjaga keamanan negara Indonesia, terlebih apabila dalam keadaan darurat serta membantu masyarakat dalam hal terjadi musibah bencana alam yang tentu saja membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat dalam melakukan tugas tersebut.

Dengan keberadaan Kowad, kini kaum perempuan juga dapat melakukan tugas yang sama beratnya dengan kaum laki-laki sehingga dengan hal tersebut juga dapat menunjukkan kalau perempuan bisa setara dengan laki-laki serta menghapus pemikiran buruk yang ada di masyarakat bahwa perempuan hanya duduk manis di rumah saja.

Selanjutnya yang kita bahas mengenai Kowad ini adalah pusat pendidikannya yang terdapat di Lembang,bahkan sekarang di Surabaya juga sudah ada Mess Kowad tepatnya di Jalan Hayam Wuruk No 56. Pusat pendidikan dan Mess tersebut merupakan tempat pendidikan dan berlatih setelah calon Kowad dinyatakan telah memenuhi syarat. Mereka harus melalui pendidikan dimana calon Kowad akan dibina dan dibentuk dari pribadi sipil menjadi militer yang siap menjalankan tugas dan harus siap ditempatkan dimana saja walaupun itu bertentangan dengan keinginan dan harus tetap dilaksanakan dengan hati yang lapang. Pendidikan yang dilaksanakan di pusat pendidikan Kowad hampir sama dengan pendidikan yang dilaksanakan tentara pria mulai dari merayap, jungkir, guling,  jalan jongkok, binsik (pagi, siang, sore, malam) naik turun gunung, halang rintang, menembak, menyebrangi sungai yang arusnya sangat deras hanya dengan menggunakan seuntai tali, makan (Pagi, siang, malam)  harus habis dalam hitungan tiga, latihan berganda menjelang penutupan pendidikan dan masih banyak lagi kegiatan lain yang bila diceritakan secara detail akan memakan waktu yang cukup lama.

Pengertian serta gambaran umum yang telah kita bahas diatas tentu tidak luput dari sejarah pembentukan Kowad itu sendiri. Pembentukan Kowad diilhami oleh hasil perjuangan para Pahlawan Wanita Indonesia yang ikut serta menegakkan kemerdekaan dan usaha para pendahulu untuk meraih kemajuan bagi kaum wanita. Pada tahun 1959 Asisten 3 personel Kasad Kolonel Dr. Sumarno menyampaikan gagasannya tentang penggunaan tenaga militer wanita untuk bidang-bidang penugasan tertentu yang membutuhkan ketelitian, ketekunan, kesabaran, dan sifat-sifat keibuan yang menjadi kodrat wanita untuk lebih mencapai afiliasi organisasi. Sebagai realisasi pembentukan Kowad dikeluarkan Surat Keputusan Pangad No.1056/12/1960 tanggal 21 Desember 1960, lahirlah Korps Wanita Angkatan Darat. Meskipun Kowad disahkan pada tanggal 21 Desember 1960, namun Hari Kowad ditetapkan tanggal 22 Desember. Penetapan ini dimaksudkan karena pada tanggal 22 Desember 1938 dilangsungkan Kongres Perempuan Pertama yang sekarang diperingati sebagai Hari Ibu. Pemilihan nama Hari Ibu memiliki arti kehormatan bagi kaum perempuan sebagai ibu Indonesia, ibu keluarga, ibu masyarakat dan ibu bangsa. Maka lahirnya Kowad diharapkan dapat menjadi kebanggaan kaum ibu dan teladan bagi masyarakat.

Melalui penjelasan panjang lebar kita mengenai Kowad tentu saja kurang sempurna apabila tidak membahas mengenai pewira tinggi Kowad. Daftar Perwira Korps Wanita Angkatan Darat yang berhasil Meraih Bintang diantaranya sebagai berikut,

  1. Brigadir Jenderal TNI (Purn) Kartini Hermanus (Jabatan terakhir : Staf Ahli Panglima TNI Bidang Inbang)
  2. Brigadir Jenderal TNI (Purn) Hermawati (Jabatan terakhir : Pati Staf Khusus Kasad)
  3. Brigadir Jenderal TNI (Purn) Yulia Ganawati (Jabatan terakhir : Kepala Biro Keuangan Setjen Wantannas)
  4. Brigadir Jenderal TNI (Purn) Dra. Sri Parmini, M.M (Jabatan terakhir : Sahli TK-II Kawasan Eropa dan Amerika Serikat, Sahli Bidang Hubint Panglima TNI)
  5. Brigadir Jenderal TNI (Purn) Theresia S. Abraham, S.H (Jabatan terakhir : Pati Staf Khusus Kasad)
  6. Brigadir Jenderal TNI (Purn) Dr. Hj. Nurazizah Marpaung, S.H., M.H., (Jabatan terakhir : Kepala Biro Hukum Kemhan RI)
  7. Brigadir Jenderal TNI (Purn) A.A.A. Putu Oka Dewi Iriani, S.H, M.H. (Jabatan terakhir : Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama)
  8. Brigadir Jenderal TNI (Purn) Dra. Purwanti, S.H., M.H. (Jabatan terakhir : Oditur Jenderal TNI)
  9. Brigadir Jenderal TNI (Purn) Hastuti Sari Sukapti, S.H (Jabatan terahkir : Pa Sahli Tk-II Bid. Komsos Panglima TNI)
  10. Brigadir Jenderal TNI (Purn) Dr. Ucu Supartini Soepia (Jabatan terahkir : Bandep Informasi dan Pengolahan Data Setjen Wantannas)
  11. Brigadir Jenderal TNI A.K Wirawati, S.H. (Jabatan terahkir : Waka Babinkum TNI)
  12. Brigadir Jenderal TNI Susi Arlian Indra Dewi, S.H. M.H (Jabatan terahkir : Asdep Koord. Hukum Internasional Kemenkopolhhukam)
  13. Brigjen TNI  Paula Theresia Ekowati P.U., S.Sos., M.M.(Jabatan Terakhir TA Pengkaji Madya Bid. Sumber Kekayaan Alam Lemhannas)

Sehubungan dengan tanggal 22 Desember 2018 ini diperingati sebagai hari Ibu juga lahirnya Kowad ke 58 tahun untuk itu kita mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Kowad di seluruh Indonesia dengan harapan semoga nanti kedepannya Kowad dapat lebih menujukkan ‘taringnya’ ke masyarakat umum bahwa perempuan mampu menyetarakan kedudukannya dengan laki-laki. Selain itu, Kowad juga diharapkan bukan hanya menjadi kekuatan pelengkap saja namun mampu menjadi kekuatan utama dalam tubuh pertahanan NKRI. Sukses terus Kowad menjaga keutuhan bangsa Indonesia, jayalah TNI dan NKRI.

M. Hildan Yudhanto Nugroho

 

Sumber:

http://elisa-tentarawanitakowad.blogspot.com/2011/12/apa-sih-kowad-itu.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Korps_wanita_(Angkatan_Darat_Tentara_Nasional_Indonesia)

 

Sumber foto:

HuKamNas.com