Mengenal dan Mengungkap di Wisma Dosen Undip

lpmgemakeadilan.fh.ac.id — Diantara banyaknya Aset Undip, terdapat aset yang jarang terekspos di kalangan Dosen maupun Mahasiswa Undip satu diantaranya adalah Wisma Dosen. Salah satu aset milik undip ini bertempat di jalan Kagok II 5, Tegalsari, Candisari Semarang. Terungkap setelah meninjau langsung lokasi bahwa  terdapat fakta menarik yang ada di dalamnya. Hal ini ditunjuknya mulai dari bangunan kamar tua hingga misteri gaib di dalam wisma.

Wisma Dosen Tampak Luar

Berikut sejumlah misteri Wisma Dosen Undip:

✓ Bangunan yang tak sesuai dengan mewahnya title dosen

Dikenal sebagai tempat hunian dosen membuatnya terlihat seharusnya mewah dimata orang, tapi nyatanya yang terlihat dari sosok mewah ini hanya beberapa bangunan tua yang sudah termakan usia, karena wisma dosen ini sudah ada sejak undip berdiri, genteng merah yang semakin memudar, rumput-rumput liar yang menghiasi bangunan tersebut ditambah keberadaan beberapa pohon besar. Wisma Undip ini terdiri dari beberapa kamar, namun faktanya hanya separuhnya saja yang dihuni karena terbukti banyak kamar kosong ketika dikunjungi. Selain itu, juga terdapat ruang tamu yang berisi kursi-kursi lama dengan sejumlah buku, hal ini membuat identitas dari dosen sebagai penghuninya semakin terlihat. Juga ada beberapa kamar mandi yang sudah tak layak pakai maupun bangunan kosong yang sudah lama tak dipakai.

✓ Lingkungan yang berbahaya dan hal gaib yang bertebaran

Bertempat  di salah satu kawasan yang terbilang ramai dan mewah dapat dilihat dari keberadaan Mall yang ada di depan Wisma Dosen tersebut. Adanya beberapa bangunan yang khusus diberikan oleh badan swasta maupun pemerintah membuat Wisma Dosen bisa dibilang kawasan yang elit. Namun, di dalam wisma tersebut sering terlihat sosok yang sangat menakutkan dan ganas seperti sering ditemukan ular. Hal ini diperkuat dengan adanya cerita dari Ketua RT setempat yang menceritakan bahwa ia pernah menemui ular dan kemudian menangkapnya. Wisma Undip ini juga terdapat jurang yang ada dibelakang bangunan tersebut. Selain itu dengan suasana yang cukup sunyi walaupun dekat dengan keramaian membuat wisma ini terlihat sangat gelap saat malam hari karena kurangnya pencahayaan di dalamnya, lingkungan yang sangat mendukung banyaknya kejadian gaib membuat banyaknya perbincangan dikalangan penghuni dengan sering terdengar dan terlihat beberapa sosok gaib yang telah diberi nama oleh para penghuni Wisma Dosen tersebut, yaitu “Tole dan Suginem”. Tole berwujud anak kecil tidak punya rambut yang sering muncul pada saat malam hari, sementara sosok Suginem wanita dengan rambut panjang,  kadang-kadang juga pernah muncul apabila ada warga wisma yang sedang duduk sendiri di luar wisma pada malam hari. Tetapi tidak semua dosen penghuni wisma dosen tersebut pernah dijumpai sosok Tole dan Suginem tersebut.

✓ Penarikan uang yang tak jelas feed back-nya

Penarikan uang atau iuran antar penghuni wisma dosen diadakan setahun sekali  dengan tujuan sebagai pemeliharaan aset Undip tersebut. Akan tetapi, faktanya para penghuni disini tidak mendapatkan fasilitas yang selayaknya dari uang hasil iuran tersebut. Contohnya bahwa tidak ada timbal balik secara langsung seperti perawatan secara berkala. Terbukti dengan masih banyak bangunan yang kurang terawat, tanaman-tanaman yang liar di sekitar wisma. Sehingga para warga penghuni Wisma Dosen pun berinisiatif dengan mengadakan iuran lagi per-bulannya guna retribusi. Biasanya uang retribusi tersebut digunakan untuk  pengecatan, pemotongan rumput di sekitar wisma, hingga pembetulan atap dinding yang mau roboh.

✓ Tidak tepatnya penggunaan wisma dosen

Penggunaan wisma dosen undip saat ini memang belum tepat.  Terlihat Wisma Dosen yang seharusnya digunakan untuk para dosen undip malah disalah gunakan untuk beberapa orang yang tidak menepati aturan yang sudah ada dengan terbukti bahwa ada mahasiswa undip yang orang tuanya bekerja sebagai dosen di Undip tinggal di wisma tersebut. Ada juga salah satu dosen yang menggunakan fasilitas dengan menempati 2 kamar untuk 1 orang, tentu hal ini sangat disayangkan karena akan timbul kesenjangan sosial antar penghuni Wisma Dosen tersebut.

Reporter GK