Evaluasi Kinerja BEM FH Undip 2018

lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id– Berlangsungnya Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip) November lalu serta terpilihnya Farhan Gilang-Reibyron Nazurullah sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Undip, menjadi salah satu pertanda telah berakhirnya kepengurusan BEM FH pada periode 2018 yang diketuai oleh Wildan Urfan dan Wakilnya Muhammad Maulana Hasnan Rashid.

Periode kepengurusan BEM FH Undip tahun 2018 sendiri terbagi ke dalam tiga cluster, yaitu pengembangan, pergerakan, dan kemitraan. Cluster pengembangan terdiri dari lima bidang, yaitu Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Riset dan Keilmuan (Riskel), Ekonomi dan Bisnis (Ekobis), Karir dan Profesi (Kapro), serta yang terakhir dari cluster ini adalah bidang Minat dan Bakat (Mikat). Harapan dari adanya cluster ini adalah mahasiswa FH Undip dan segenap civitas akademika FH Undip merasakan peningkatan kualitas dari segi kemahasiswaan, keorganisasian, maupun softskill dari mahasiswanya. Oleh karena itu, yang menjadi sasaran merupakan mahasiswa FH Undip di luar anggota BEM.

Layaknya sebuah mesin, cluster pengembangan ini juga merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian dan masing-masing bagian tersebut memiliki fungsi tersendiri, yang mana keberhasilan satu bagian akan berimplikasi pada keberhasilan bagian-bagian lainnya. Keberhasilan yang diharapkan tentunya merupakan keberhasilan untuk membangun kualitas mahasiswa FH Undip yang lebih baik. Bidang PSDM sebagai gerbang awal pembentukan kualitas diri mahasiswa baru FH Undip, memiliki peran yang amat krusial. Bidang ini merupakan bidang yang pertama kali menunjukan “hasil” pembentukan diri mahasiswa FH Undip kepada para mahasiswa baru. Melalui program kerja Pendidikan Karakter (Pendikar) dan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa tingkat Pra-dasar (LKMMPD) yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru, bidang PSDM pun berhasil menjawab tantangan untuk mengorganisasikan seluruh peserta yang berjumlah kurang lebih 500 orang tersebut.

Beranjak dari bidang PSDM, bidang Riskel yang secara esensial bertujuan untuk membentuk iklim riset di FH Undip menjadi lebih baik pun memiliki program kerja yang ditujukan untuk mencapai hal tersebut. Salah satu program kerja dari bidang Riskel adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yang secara substantif dilakukan untuk meningkatkan iklim akademik yang kreatif, inovatif, visioner, solutif dan mandiri di FH Undip. Namun, sayangnya peminat terhadap program tersebut masih tergolong rendah di FH Undip. Muhammad Nafi’ selaku kepala bidang Riskel menuturkan bahwa salah satu faktor penyebab rendahnya minat terhadap program tersebut adalah belum adanya figur untuk memotivasi.

“kalo nggak ada figur (yang berhasil) itu susah, apalagi doktrin di FH misal kating (kaka tingkat) ngomong ah ngapain buat PKM nggak penting gitu kan cuma formalitas.” Ujarnya.

Mengatasi permasalan tersebut, bidang Riskel menyiasatinya dengan membentuk tim PKM FH dan melakukan perbaikan sistem dengan cara melakukan pendampingan semaksimal mungkin serta persiapan yang matang.”Tahun kemarin karena waktunya mepet dan pendampingan minim sampe tandatangan dosbingnya itu kita palsuin, bukan palsuin sebenernya karena udah ijin terlebih dahulu karena untuk kebaikan. Jadi jangan sampe tahun ini terulang,” ungkap Muhammad Nafi’.

Masuk ke bidang yang mengurusi pengembangan minat mahasiswa dalam bidang ekonomi dan bisnis, Ekobis telah merintis database mengenai seberapa banyak mahasiswa FH Undip yang memiliki dan bergerak di bidang wirausaha. Dari data yang telah dikumpulkan oleh bidang Ekobis, tercatat lah sebanyak 15-20 orang yang berwirausaha dari kalangan mahasiswa di FH Undip. Selain dari mengumpulkan data para mahasiswa enterpreneur, di FH Undip bidang Ekobis pun turut menyelenggarakan program kerja D’Expo yang mewadahi potensi bisnis-bisnis mahasiswa dan masyarakat yang akan diperkenalkan di Fakultas. Selama satu masa kepengurusan ini, bidang Ekobis pun telah berhasil mengumpulkan uang penjualan produk sejumlah 13 juta rupiah, yang mana pengalokasiannya sebesar  35% untuk Ekobis dan 65% untuk BEM.

Beranjak ke bidang Kapro, bidang ini telah mengadakan beberapa pelatihan seperti legal workshop, profesional legal, serta memberikan dan memudahkan akses kepada alumni untuk bertemu dengan mahasiswa FH Undip, yaitu melalui program bernama “Alumni Day”. Selain itu, Kapro juga sering berbagi informasi mengenai lowongan pekerjaan dan adanya kerjasama antara lembanga BEM yang mengakomodir mahasiswa dengan Yustisi sebagai lembaga yang akan menampung mahasiswa-mahasiswa fresh graduate untuk melakukan magang ataupun melakukan pekerjaan lain sebagai bekal untuk menghadapi dunia usaha.

Cluster pergerakan BEM pada tahun ini menghadirkan semangat baru dalam hal literasi di FH Undip dan berupaya menselaraskan pergerakan baik dari organisasi intra maupun ekstra FH Undip melalui “Jarkomaspat” yang dilaksanakan oleh bidang Hukum Sosial dan Politik (HSP). Jarkomaspat merupakan suatu wadah diskusi terbuka yang diadakan oleh HSP untuk membahas terkait isu-isu yang ada di FH Undip maupun isu-isu dalam skala lebih luas. Jarkomaspat mendapat respon dan dukungan yang baik dari mahasiswa FH Undip dan telah terselenggara sebanyak dua kali dengan beberapa isu-isu seperti mengenai jam malam, kegiatan pencarian Dana Usaha (Danus), instruksi dekan, dan lain-lain. Selain melakukan kegiatan diskusi, bidang HSP pun juga aktif untuk mengirimkan hasil karya tulisan mahasiswa umum di laman sosial media.

Jarkomaspat sebagai wadah diskusi terbuka

Di cluster pergerakan lain, tepatnya bidang Pemberdayaan Perempuan (PP), tahun ini telah membuat acara besar yang bisa dibilang sukses, yaitu acara seminar nasional “Ruang Perempuan” yang baru pertama kali diadakan dan menarik minat masyarakat untuk hadir ke dalam acara tersebut dengan pembicara yang dinilai dapat menjadi contoh yang baik untuk para wanita. Seminar tersebut tidak hanya untuk wanita saja melainkan untuk laki-laki juga. Selain itu bidang pemberdayaan perempuan juga pernah mengadakan proker kolaborasi dengan bidang Pengabdian Masyarakat (Dimas), yaitu Playdate featured in Fakultas Hukum Mengajar. Selain itu juga ada proker diskusi feminisme yang membahas isu-isu tentang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Terakhir, pada bulan November lalu juga ada program kerja 16 pita putih.

Dari keseluruhan bidang yang ada tersisa dana sekitar 25% dan dimasukan ke kas BEM FH Undip, jika tidak sisa tidak masalah. Tahun ini punya kebijakan uang sisa harus dibelanjakan semua, dana itu dialokasikan untuk kepentingan mahasiswa lagi seperti untuk beasiswa.

Tim Reportase