Hukum dan Undip Menulis: Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Jimbaran Bangun Spot Foto Kekinian di Objek Wisata Gua Pancur

lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id – Seiring berkembangnya teknologi informasi, media sosial mengalami perkembangan yang pesat terutama di kalangan anak muda dan. Salah satu media sosial yang sedang digemari adalah Instagram, dimana para penggunanya dapat menampilkan momen-momen berupa foto di feeds Instagram mereka. Tentunya hal itulah yang memacu pengguna Instagram ingin memiliki feeds kekinian yang menunjukkan spot-spot foto keren atau dikenal dengan istilah instagramable. Spot foto yang nantinya akan diunggah pastilah mengundang rasa penasaran pengguna Instagram lain untuk ikut berfoto di spot yang dianggap keren atau kekinian.

Hal tersebut yang menjadikan mahasiswa Tim II KKN Desa Jimbaran Kecamatan Kayen Kabupaten Pati mengangkat objek wisata Go Pancur menjadi tempat wisata yang instagramable guna meningkatkan pemasaran Goa Pancur sebagai program multidisiplin. Goa Pancur adalah objek wisata yang terdapat di Desa Jimbaran, Kayen, Pati dan merupakan salah satu wisata unggulan di Kota Pati. Disamping itu, pemilihan objek wisata Goa Pancur dikarenakan oleh potensinya yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar sehingga perlu adanya pengelolaan yang baik untuk menarik minat pengunjung. Dengan begitu diharapkan objek wisata Goa Pancur dapat menjadi salah satu penarik minat wisatawan berkunjung ke Desa Jimbaran. Salah satu daya tarik yang ditonjolkan selain wisata menelusuri gua adalah dengan membuat spot foto yang instagramable sesuai dengan kegemaran kawula muda masa kini.

Objek wisata Gua pancur dapat diakses dengan mudah karena berada dekat dengan jalan raya antar kota Pati-Purwodadi, lokasi yang strategis dan ditunjang dengan luas wilayah objek wisata menjadikan Goa Pancur sebagai destinasi yang lengkap. Selain wisata susur goa yang ditawarkan, Goa Pancur sering dijadikan sebagai lokasi piknik keluarga, camping ground, dan kegiatan kepramukaan. Untuk dapat masuk ke lokasi Gua Pancur tidak dikenakan biaya retribusi, dan pengunjung cukup membayar uang parkir saja untuk masuk ke dalam lingkungan objek wisata.  Untuk melakukan kegiatan susur gua pengunjung perlu merogoh kocek senilai Rp 25.000 dengan fasilitas tour guide, sepatu boots, helm, dan senter.

Wisata Gua Pancur

Setelah pada tanggal 28 Juli 2018 dilakukan diskusi mengenai penyampaian masing-masing program multidisiplin pada pengelola dan disambut antusias oleh pihak pengelola. Maka setelah persetujuan disampaikan oleh pengelola diterima, tim II KKN Universitas Diponegoro 2018 Desa Jimbaran mulai melaksanakan pengerjaan spot foto. Mulai dari pembelian besi, pembentukan bagan besi menjadi bentuk hati, pengelasan, pengecatan serta pemasangan hiasan dari bunga plastik  yang memakan waktu selama dua hari.

Akhirnya pada hari Minggu tanggal 12 Agustus 2018 tepatnya pukul 10.00 pagi di objek wisata Gua Pancur, mahasiswa Tim II KKN mulai melakukan pembangunan spot foto berbentuk hati sekaligus penempatan beberapa tempat sampah dan dapat terlaksana dengan baik. Dengan bantuan dari pihak Gua Pancur serta anggota KKN Tim II Desa Jimbaran, pembangunan spot foto dapat terlaksana dengan baik. Hasilnya pun disambut antusias oleh pihak pengelola dan pengunjung yang ikut melihat proses pembangunan spot foto bentuk hati tersebut.

Tim II KKN Universitas Diponegoro di Desa Jimbaran

Najib, Pengelola Gua Pancur dalam hal ini juga sangat mengapresiasi “Wah, saya makasih banget mbak dan  mas, udah buat spot foto di Gua Pancur. Semoga habis ini nama objek wisata Gua Pancur bisa dikenal luas lewat media sosial” jelas Najib.

Tak butuh waktu lama saat proses pembangunan, sekitar beberapa jam saja spot foto tersebut sudah dapat digunakan. Para pengunjung pun mulai berfoto di spot yang disediakan. Melihat antusiasme dari pengunjung yang hadir pada saat itu diharapkan kedepannya spot foto tersebut dapat menarik minat pengunjung untuk mendatangi tempat wisata Gua Pancur. Harapannya, objek wisata Gua Pancur dapat menjadi destinasi andalan di Kota Pati dan dapat mengangkat pendapatan warga sekitar Desa Jimbaran.

 

Riya Niri Rinduastuti

(Managemen 2015)