Teknologi Pengubah Air Hujan Siap Saji Asli Boyolali

lpmgemakeadilan.fh.undip.ac.id – Kabupaten Boyolali atau sering disapa dengan Kota Susu dewasa ini sedang melakukan pembangunan dan tata ulang kota di berbagai titik. Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) merupakan salah satu contoh dari program pembangunan tersebut. Kebun Raya seluas 8,9 hektar ini terletak di Desa Gunungsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah yang letaknya berkisar lima kilometer dari Alun Alun Utara Boyolali.

Konsep KRIB akan dibangun sebagai tempat konservasi tumbuhan, wisata edukasi, sekaligus tempat hiburan bagi masyarakat yang mendukung konsep Kabupaten Boyolali menjadi water city, green city, dan smart city. Tema koleksi tumbuhan yang diusung yaitu tumbuhan hutan hujan dataran rendah Jawa bagian Timur. Selain itu juga terdapat taman tematik tumbuhan paku-pakuan, taman labirin, rumah kaca, taman pojok energi terbaharukan, dan tempat pembibitan.

KRIB sebagai tempat hiburan masyarakat rencananya akan digelar acara musik seperti musik jazz dan pertunjukan kebudayaan seperti pagelaran wayang, tari-tarian, dan sebagainya dimana hal ini terinspirasi dari Kebun Raya Bogor. Selain itu, KRIB akan menjadi salah satu spot wisata Boyolali yang menawarkan berbagai keindahan di tiap sudutnya untuk berfoto. Pengelola sejauh ini sudah menyiapkan beberapa bangunan dan patung artistik diantaranya gerbang ala Tiongkok setinggi 30 meter yang terinspirasi dari “Chiang Kai Sek Memorial”, Patung Mahesa Jenar salah satu tokoh dalam cerita pewayangan, dan jembatan ikonik yang bisa dijadikan sebagai spot foto.

Meskipun KRIB masih dalam tahap pengerjaan yang direncanakan akan selesai pada tahun 2019 mendatang, namun beberapa fasilitas sudah bisa mulai digunakan. Salah satunya yaitu fasilitas Elektrolisa Banyu Udan (EBU) atau instalasi pengolah air hujan menjadi air siap minum bagi pengunjung dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Air hujan siap minum tersebut disediakan secara “cuma-Cuma” oleh pemerintah Kabupaten Boyolali untuk pengunjung yang haus atau ingin mencoba dan disediakan melalui keran-keran di tiga tempat berbeda.

Instalasi EBU terletak di dekat gedung Ecological House (E-House) atau gedung untuk pengelola KRIB. Pengolahan air hujan menjadi air siap minum dinilai efektif dan efisien karena tidak dibutuhkan biaya air sumur serta adanya pemanfaatan air hujan yang terbuang sekaligus sebagai sarana edukasi kepada pengunjung. “Pemanen air hujan ini dibangun untuk edukasi tentang lingkungan hidup. Airnya bisa dimanfaatkan oleh pengunjung,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Boyolali  Totok Eko Y.P.

Air hujan yang telah dielektrolisa tidak perlu dimasak dan dapat langsung dikonsumsi. Berdasarkan informasi yang terpampang di sekitar EBU, pengolahan air hujan tersebut menghasilkan air asam dan air basa. Hasil air asam inilah yang kemudian disimpan di dalam tangki air dan dikonsumsi oleh pengunjung, sedangkan hasil dari air basa digunakan sebagai pupuk tanaman di KRIB. Air bersih layak minum mempunyai darajat keasaman potenty of hydrogen (PH) antara 6,5-9. EBU adalah proses untuk meningkatkan kualitas air hujan dengan sistem elektronik yang dialiri aliran listrik untuk mengubah molekul air pada elektroda menjadi 2 ion, yaitu ion H2 bermuatan listrik positif dan ion O2 bermuatan listrik negatif. Proses elektrolisa tersebut untuk 2 liter air dibutuhkan waktu 3 jam agar PH air mencapai PH 9.

Papan informasi tersebut juga menjelaskan tahapan penyaringan air hujan menjadi air siap minum. Pertama, air hujan yang tertampung di atap E-House dialirkan melalui saringan pertama yaitu saringan daun bertujuan untuk menghalau kotoran-kotoran dari talang seperti daun, kerikil, dahan dan lain-lain. Air hujan kemudian mengalir menuju penyaringan kedua yaitu penyaringan debu kasar dan dilanjutkan pada proses penyaringan ketiga yaitu proses penyaringan debu halus untuk memastikan air agar benar-benar bersih. Air siap minum akan ditampung pada bak penampung atau toren untuk cadangan kebutuhan sehari-hari yang dilengkapi saluran pelimpas bertujuan mengalirkan air yang overload agar jatuh dan masuk ke sumur resapan.

 

Putri Andika

Sumber :soloraya.solopos.com