National Moot Court Competition : SOEDARTO VI

Soedarto IV, merupakan serangkaian kegiatan yang diadakan dua tahun sekali dan tahun ini merupakan tahun ke enam diselenggarakan Kompetisi Peradilan Semu Tingkat Nasional. Kegiatan ini diselenggarakan oleh UPK Pseudorechtspraak Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro.

Ada 16 universitas yang mendaftar sebagai delegasi pada Soedarto IV, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Universitas Lampung, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Tarumanegara, Universitas Sumatera Utara, Universitas Mataram, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Sebelas Maret, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Batanghari Jambi, Universitas Udayana, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Kristen Indonesia Jakarta (UKI), dan Universitas Airlangga. Sedangkan yang mendaftar menjadi observer ada 3 universitas, yaitu Universitas Islam Indonesia, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Ahmad Dahlan.

Soedarto IV dimulai sejak 15 -18 September 2017, pada hari pertama rangkaian kegiatannya adalah check in di Gets Hotel Semarang tempat menginap panitia, delegasi, dan observer selama 4 hari. Pada malam harinya diadakan opening ceremony, bertempat di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian (GSG AKPOL) Semarang. Opening ceremony secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Retno Saraswati, SH., M.Hum. selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum Undip, secara simbolis dengan memecahkan kendi. Setelah itu dilakukan sumpah juri yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Retno Saraswati, SH., M.Hum. Pada opening ceremony ini juga dilakukan janji sportivitas yang dilakukan oleh seluruh ketua delegasi pada masing-masing universitas yang dipimpin oleh Abian Fadullulah selaku Project Officer Soedarto IV. Opening ceremony ditutup dengan penyerahan piala bergilir oleh UNTAR selaku pemenang Soedarto V yang diterima oleh Abian Fadullulah.

Hari kedua diadakan sidang babak penyisihan bertempat di Pengadilan Negeri Semarang. Ada 4 universitas yang lolos ke babak final, yaitu UGM, UNPAR, UKI, dan UNPAD. Keesokan harinya diadakan sidang final untuk memperebutkan juara 1, juara 2, juara 3, dan juara 4.

Setelah dilakukan sidang final, kegiatan selanjutnya adalah Malam Keakraban (Makrab) yang diadakan di Water Blaster Semarang. Pada Makrab ini seluruh delegasi, observer, dan panitia membaur menjadi satu. Pada makrab ini panitia secara khusus menghadirkan guest star Fourtwenty, musisi multi-instrumentalis yang beranggotakan Ari, Nuwi, dan Roots. Hanya panitia, delegasi, dan observer yang diperbolehkan untuk menikmati musik dari Fourtwnty. Makrab ditutup dengan pesta kembang api. Setelah makrab usai, seluruh panitia, delegasi, dan observer kembali menuju Gets Hotel Semarang.

Senin (18/09), closing ceremony bertempat di GSG AKPOL. Pada closing ceremony dihibur oleh PSM Satya Dharma Gita, Beauty and The Beats, dan Black Sileto. Puncak dari kegiatan ini adalah pengumuman pemenang, pada tahun ini peraih berkas terbaik yaitu Universitas Padjajaran. Selanjutnya dilanjutkan dengan peran terbaik. Saksi terbaik, Terdakwa terbaik, Penasehat Hukum terbaik, panitera terbaik ketiganya diraih oleh UNPAR, sedangkan untuk penuntut umum terbaik terdapat kesamaan nilai maka yang mendapatkan penuntut umum terbaik yaitu UGM dan UNPAR dan Hakim terbaik diperoleh oleh UGM.

Hal yang ditunggu-tunggu adalah pengumuman pemenang. Juara keempat diraih oleh UNPAD, juara ketiga diraih oleh UGM, juara ketiga diraih oleh UKI, juara pertama diraih oleh UNPAR. Pada penghujung acara, piala bergilir Prof. Soedarto diserahkan kepada UNPAR.

Merry Ristya